Ataksia

Selasa, 24 Mei 2011

ATAKSIA itu sebenarnya bukan sebuah penyakit atau diagnosis, melainkan hanya sebuah gejala. Ataksia sendiri berarti kehilangan keseimbangan atau koordinasi.

Ataksia dapat mempengaruhi jari dan tangan, tungkai kaki, tubuh, pembicaraan, dan juga pergerakan bola mata. Kehilangan keseimbangan ini sendiri merupakan akibat dari berbagai macam gangguan syaraf. Oleh karena itu perlu dicari penyebab dari Ataksia itu sendiri agar pasien bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Ataksia sering muncul ketika bagian dari sistem saraf yang mengendalikan gerakan mengalami kerusakan. Penderita ataksia mengalami kegagalan kontrol otot pada tangan dan kaki mereka, sehingga menghasilkan kurangnya keseimbangan dan koordinasi atau gangguan gait.

Ataksia Friedreich merupakan penyakit menurun yang menyebabkan kerusakan progresif terhadap sistem saraf sehingga menyebabkan gangguan gait dan masalah berbicara sampai penyakit jantung. Penyakit ini dinamakan seperti dokter Nicholaus Friedreich, yang pertama kali mendeskripsikan kondisi tersebut pada tahun 1980.

Ataksia yang merupakan gangguan koordinasi seperti kikuk atau gerakan canggung dan tidak kokoh, muncul pada banyak penyakit dan kondisi

Ataksia Friedreich disebabkan kemunduran jaringan saraf pada urat saraf tulang belakang (spinal cord) dan saraf yang mengendalikan gerakan otot pada lengan dan kaki. Urat saraf menjadi tipis dan sel-sel saraf kehilangan serabut myelin.

Ataksia Friedriech, meskipun jarang merupakan ataksia yang paling sering diturunkan dan terjadi pada wanita dan pria dengan risiko yang sama.

Sebagian besar gangguan yang menghasilkan ataksia menyebabkan bagian dari otak yang disebut otak kecil memburuk atau atrofi. Kadang urat saraf tulang belakang (spinal cord) juga ter-pengaruh.

Degenerasi serebelar dan spinosereberal digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada sistem saraf manusia, namun bukan diagnosa yang spesifik. Degenerasi serebelar dan spinosereberal memiliki banyak penyebab.

Gejala

Gejala dan waktu onset tergantung dari tipe ataksia. Bahkan terdapat banyak variasi dalam keluarga yang sama dengan tipe ataksia yang sama. Kelainan resesif umumnya menyebabkan gejala yang dimulai sejak masa kanak-kanak dibandingkan dewasa.

Bagaimanapun, dalam tahun-tahun terakhir, sejak tes genetik tersedia, diketahui ataksia Friedreich mulai terjadi saat dewasa pada beberapa kasus. Ataksia dominan sering muncul pada umur 20 tahun sampai 30 tahun atau bahkan lebih tua lagi. Kadang individu dapat tidak menunjukkan gejala sampai usia 60 tahun.

Biasanya keseimbangan dan koordinasi yang dipengaruhi pertama kali. Tidak adanya koordinasi tangan, lengan dan kaki dan kemampuan berbicara adalah gejala umum lainnya. Berjalan menjadi semakin sulit dan ditandai oleh berjalan dengan menempatkan kaki semakin jauh untuk mengimbangi keseimbangan yang buruk.

Gangguan koordinasi lengan dan tangan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol gerak yang baik seperti menulis dan memakan. Gerakan mata yang lambat dapat dilihat pada beberapa bentuk ataksia. Seiring berjalannya waktu, ataksia dapat mempengaruhi kemampuan berbicara dan menelan.

Ataksia yang diwariskan merupakan kelainan degeneratif yang berkembang selama beberapa tahun. Seberapa parah dan kemungkinan berujung pada kematian tergantung tipe ataksia, usia dimulainya gejala dan faktor lain hanya sedikit dipahami saat ini. Komplikasi saluran pernapasan dapat menjadi fatal pada orang yang atau memiliki masalah menelan yang parah.

Seiring dengan banyaknya penyakit degeneratif pada sistem saraf, tidak ada obat atau pengobatan yang efektif untuk Ataksia Friedriech. Bagaimana pun, banyak gejala dan komplikasi yang dapat diobati untuk membantu pasien mempertahankan fungsi optimal selama mungkin.

Masalah orthopedi seperti deformitis kaki dan skoliosis dapat diatasi dengan alat penguat atau operasi. Terapi fisik dapat memperlama penggunaan lengan dan kaki. Peneliti berharap kemajuan dalam memahami genetik ataksia Friedriech dapat menjadi pemecahan dalam pengobatan.

Penyakit yang diturunkan secara genetik ini tidak dapat dicegah. Namun, saat ini banyak penelitian yang sedang dilakukan untuk memahami penyakit ini lebih lanjut.

1 komentar:

Dokter spesialis Kelamin mengatakan...

Ejakulasi dini pada priamempunyai definisi ejakulasi yg sedang, tidak jarang, atau menetap bersama stimulasi yg minimal, sebelum, kala, atau sebentar sesudah penetrasi, dan sebelum ketika yg diharapkan, oleh sebab tak bisa mengendalikannya yg setelah itu mengeluarkan ketidakpuasan bagi pasangan, rasa terusik, dan rasa tertekan.

penyigian terakhir menyebut bahwa ejakulasi dini yakni ketidakmampuan mengontrol ejakulasi dengan cara seksual ataupun emosional. Namun mesti dievaluasi pun, bahwa ada cowok yg ejakulasi pada saat 1 menit konsisten gemar saja sebab pasangannya terpuaskan, walaupun ada laki laki yg ejakulasi dekat 10 menit yg merasa terkena ejakulasi dini dikarenakan tak sanggup melepas pasangannya.

Penyebab bermula ED mesti dicari justru dulu, apakah psikologik (perasaan berbeda, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik kendala( elemen) atau iatrogenik lantaran( aksi medis). Penyebab ED solo paling tidak sedikit disebabkan oleh psikologis.

ED tunggal terpecah atas kardinal (ED berjalan berasal pertama postpubertas) atau sekunder diawal mulanya( ejakulasi natural dan sontak jadi ED). Penyebab berasal ED ini sebaiknya kamu cari dan kenali supaya penatalaksanaan yg dilakukan mampu rapi.

Article from: Rumah sakit kelamin Jakarta Pusat
Peringatan : Sekali lagi apabila anda merasa artikel ana belum terang atau ada hal lain, sehingga kamu dapat klik Chat Online, di mana profesional saya dapat menjawab keluhan kamu, atau hubungi nomer (021)-62303060. Klinik Apollo Jakarta mengharapkan mudah-mudahan kamu selalu sembuh.

Definisi Kulup panjang | Sunat di Jakarta

Ejakulasi dini bahaya | Klinik kelamin di Jakarta

Konsultasi Dokter klinik apollo | Free Consultasion

Posting Komentar